Skip to main content

Novel Mangalua di Bedah di Unimed.


Institute Sumatera kerjasama dengan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Meda akan  menggelar bedah Novel “ Mangalua” karya Idris Pasaribu kegiatan ini nantinya akan dilangsungkan sabtu, 20 Februari 2015 pukul 09:00 wib- 12: 00 wib di ruang sidang lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial UniversitasNegeri Medan dimana kegiatan ini terbuka untuk umum.
Para pembeda buku ini adalah Dr. Asmyta Surbakti, M.Si dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, Dra. Flores Tanjung, MA selaku  Pembantu Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Dosen Pendidikan Ilmu Sejarah Serta Yulhasni yang saat ini menjabat sebagai anggota KPU Sumatera Utara dan Pengajar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Menurut Jhon Fawer Siahaan salah satu bagian dari Institute Sumatera Utara mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan harapan dapat memancing generasi muda untuk lebih mencintai karya-karya lokal yang lebih menonjolkan dari sisi kearifan local sekaligus sebagai apresiasi kepada bang Idris Pasaribu selaku penulis novel yang cukup produktif di Sumatera Utara sebelum novel Mangalua Idris Pasaribu telah menulis novel pincalang dan Aceh Botak.
Dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat menunjang orang untuk menulis tulisan yang bertajuk local sebab literasi kita sangat minim jika dilihat dari jumlah penerbitan bangsa Indonesia yang hanya 18.000 judul buku pertahun dan minat baca yang hanya 0.049% cukup memprihatinkan oleh sebab itulah kegiatan-kegiatan seperti ini perlu dilakukan demi langkah awal untuk penyelamatan literasi dan minat bangsa kita. ( Relis Pers)


Comments

Popular posts from this blog

ROADSHOW LGN MEDAN X LITERACY COFFEE

Di tengah perkembangan dunia teknologi, buku konvensional atau buku yang terbuat dari kertas, menjadi sesuatu yang semakin asing dan makin sulit ditemukan. Banyak orang yang kemudian beralih ke buku digital, sehingga buku menjadi lebih jarang ditemukan. Atas alasan minat baca yang sangat minim serta buku yang sudah mulai asing,  Literacy Coffee   memadukan konsep, kedai kopi dan buku, yang disertai dengan acara mengulas buku setiap minggunya. Hal ini dilakukan agar buku tidak semakin asing, terutama untuk kaum muda. Literacy Coffee  terletak di Jalan Jati II No. 1, belakang Kampus ITM, Teladan, Medan. Jhon Fawer Siahaan, sebagai pendiri, menyebutkan,  perpaduan antara kedai kopi dan buku yang digagasnya menjadi gerakan awal baginya dan rekan-rekannya, untuk mengembalikan ‘kejayaan’ buku. “Memang kami menyadari bahwa hal itu bukan sebuah solusi yang produktif, namun itu menjadi sebuah gerakan awal, bagaimana pengunjung bisa mengenal buku. Dari seki...